Awalnya Saya tidak pernah kenal dengan lagu ini. Dari FeMale Radio-lah pertama kali Saya mendengarkannya.
Tidak ada kenangan khusus buat Saya secara pribadi dari lagu “Sulap Bencana” ini. Cuma sejak Gery Puraatmadja sang penyiar d FeMale Radio tersebut pindah jam siaran, akhirnya Saya-pun jarang sekali mendengarkannya. Ditambah juga dengan semakin jarang pula Saya mendengarkan radio.
Lagu Sulap Bencana yang terdapat di album 10 Bintang Nusantara ini emang sepertinya “punya” Gery sang penyiarnya. Jadi, dulu Gery siaran setiap jam 4 sore di hari Sabtu & Minggu. Nah..sebelum Gery memulai siarannya dia selalu membuka siarannya tersebut dengan sebuah opening song. Lagu inilah yang selalu diputar oleh Gery.
Lagu ini buat Saya sangat unik, liriknya lucu & dinyanyikan secara vokal grup. Beda banget dengan musik Indonesia sekarang yang lebih didominasi oleh grup – grup band.
Terima kasih buat Ghia untuk cover albumnya.
Untuk yang iseng mau mencoba dengar lagu tersebut. Silakan klik disini.
Nah berikut lirik lagunya:
SULAP BENCANA
Cipt : Tony Sianipar
Vocal : ITB Jazz Choir
Kisah yang kusampaikan padamu kawanku
Kali ini tentang malangnya nasib diriku
Yang kehilangan seorang kekasih hatiku
Dicuri penyulap kaki lima
Sore hari cerah di suatu waktu dulu
Aku berjalan bersama dia kekasihku
Menyusuri kakilima kotaku yang ramai
Mencari hiburan cuma-cuma
(Swap swawaw … swap swawaw ….)
Di sudut yang ramai kami hampiri dia
Menyulap kakilima yang beraksi bergaya
Dia menawarkan pada kekasihku sayang
Menjadi bahan permainannya
Kekasihku maju dan tiada ragu-ragu
Dimasukkan dalam petinya
Sang penyulappun masuklah juga ke dalamnya
Dan terjadilah suatu bencana
Tahukah kawan apa yang telah terjadi
Lenyaplah peti juga dua orang isinya
Bingunglah aku tak mampu tuk berkata-kata
Dalam tontonan puluhan mata …
(Tuk tak tuk tak tuk tak …. syugasagusu gasa gusu … tida tida ta … wuuuw ….)
(Tatata tatatata wuuu…. waaaaw …. Tak titi tapipi)
Kekasihku maju dan tiada ragu-ragu
Dimasukkan dalam petinya
Sang penyulappun masuklah juga ke dalamnya
Dan terjadilah suatu bencana
Tahukah kawan apa yang telah terjadi
Lenyaplah peti juga dua orang isinya
Bingunglah aku tak mampu tuk berkata-kata
Dalam tontonan puluhan mata … haaaa ….
Dalam tontonan puluhan mata …. haaaa ….
Pulanglah aku dengan gontainyaaaaaa …. haaa … ha haaaa … ha haaa …. ha haaa … ha haaa. [Eki]





