Kalimat Bijak 2

“Loe harus berani menghadapi masalah yang telah loe perbuat sendiri. Jangan karena sudah merasa nyaman dengan seseorang. Akhirnya loe pengen berbagi masalah loe tersebut”  [Eki]

Iklan

Comments (2) »

Kalau sama dia……

 

Kalau sama dia……

 

  1. Gak usah banyak2 cerita
  2. Gak usah “lapor”
  3. Gak perlu mengajak ini-itu, biar dia yg ajak duluan
  4. Gak usah sok asyik menyarankan beli ini- beli itu, nonton ini-nonton itu, kesini-kesitu, makan ini-makan itu, dllnya
  5. Gak usah minta pendapat, nasehat, saran dan sejenisnya
  6. Gak perlu juga untuk bertanya, apa-pun itu!!!

 

Dan gw HARUS KONSISTEN  J

 

 

Leave a comment »

Kalimat Bijak 1

“Orang yang dengerin curhat loe, belum tentu dia akan berpihak ke elo” [Eki]

Comments (1) »

Menggosip, Mendengarkan Gosip & Mengklarifikasi Gosip

Alhamdulillah….hari ini untung gw gak cerita apa-apa ke si ABC teman kantor gw. Secara si ABC itu akrab dengan si EFG.

 

Sebetulnya gak terlalu penting gw harus sok mengklarifikasi cerita ke si ABC, biar dia sendiri aja nanti yang tahu mana yang benar dan mana yang salah.

 

Mestinya gw harus bisa bersikap elegant dengan gossip-gosip yang tidak benar tentang gw, yang ada kaitannya dengan teman akrabnya si ABC itu tadi (EFG).

 

Menahan diri dari gossip perlu dilakukan bagi semua orang. Bagi gw , menggosip atau mendengarkan gosip bisa jadi boomerang. Nah..perlu juga mengetahui Hal-hal yang ‘Diharamkan’ dibahas dengan teman-teman di kantor.

 

Yah..seperti yang pernah gw bilang pada artikel pertama gw. Kita harus bisa konsisten dengan apa yang telah kita komitkan… Be Elegant!!!. Itu komitmen gw.. J

 

Semoga…. [Eki]

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment »

Koleksi Tiket Bioskop???

Sudah menjadi kebiasaan buat gw, bahwa setiap pulang semua “isi” dalam kantong celana gw, gw bersihin dulu. Mulai dari dompet, duit recehan, kunci & HP. Termasuk tiket bioskop, jika pada hari itu gw & someone special atau teman-teman gw punya acara nonton.

 

Ini bukanlah koleksi yang memang gw sengaja atau atau gw planning kan. Ini hanya sebuah kebiasaan “membersihkan” isi kantong celana.

 

Membersihkan tiket bioskop dari kantong celana ini sudah lama sekali dimulai. Awalnya gw buang saja, namun lama kelamaan tiket itu terlupakan untuk dibuang. Dan pada akhirnya mulai tahun 2003 hingga sekarang tiket itu semakin bertambah.

 

Kumpulan tiket bioskop ini belum begitu banyak, karena gw bukanlah orang yang freak dengan movie. Kadang ada beberapa tiket bioskop yang terlewatkan. Kalau dihitung-hitung sepertinya belum sampai 100 judul film yang gw simpan tiket bioskopnya.

 

Bagi gw setiap tiket ada kenangan khusus didalamnya. Seperti orang yang ber-filateli, dengan mengoleksi perangko serasa kita bisa keliling dunia. Begitu juga dengan tiket bioskop ini membawa sejuta kenangan dalam hidup gw.

 

Apakah ini sebutannya sebagai sebuah koleksi?, Hehe…terserah apa sebutannya. [Eki]

 

 

 

 

 

 

Comments (2) »

Lagu: ITB Jazz Choir – Sulap Bencana

Awalnya Saya tidak pernah kenal dengan lagu ini. Dari FeMale Radio-lah pertama kali Saya mendengarkannya.

Tidak ada kenangan khusus buat Saya secara pribadi dari lagu “Sulap Bencana” ini. Cuma sejak Gery Puraatmadja sang penyiar d FeMale Radio tersebut pindah jam siaran, akhirnya Saya-pun jarang sekali mendengarkannya. Ditambah juga dengan semakin jarang pula Saya mendengarkan radio.

Lagu Sulap Bencana yang terdapat di album 10 Bintang Nusantara ini emang sepertinya “punya” Gery sang penyiarnya. Jadi, dulu Gery siaran setiap jam 4 sore di hari Sabtu & Minggu. Nah..sebelum Gery memulai siarannya dia selalu membuka siarannya tersebut dengan sebuah opening song. Lagu inilah yang selalu diputar oleh Gery.

Lagu ini buat Saya sangat unik, liriknya lucu & dinyanyikan secara vokal grup. Beda banget dengan musik Indonesia sekarang yang lebih didominasi oleh grup – grup band.

Terima kasih buat Ghia untuk cover albumnya.

Untuk yang iseng mau mencoba dengar lagu tersebut. Silakan klik disini.

Nah berikut lirik lagunya:

SULAP BENCANA
Cipt : Tony Sianipar
Vocal : ITB Jazz Choir

Kisah yang kusampaikan padamu kawanku
Kali ini tentang malangnya nasib diriku
Yang kehilangan seorang kekasih hatiku
Dicuri penyulap kaki lima

Sore hari cerah di suatu waktu dulu
Aku berjalan bersama dia kekasihku
Menyusuri kakilima kotaku yang ramai
Mencari hiburan cuma-cuma

(Swap swawaw … swap swawaw ….)
Di sudut yang ramai kami hampiri dia
Menyulap kakilima yang beraksi bergaya
Dia menawarkan pada kekasihku sayang
Menjadi bahan permainannya

Kekasihku maju dan tiada ragu-ragu
Dimasukkan dalam petinya
Sang penyulappun masuklah juga ke dalamnya
Dan terjadilah suatu bencana

Tahukah kawan apa yang telah terjadi
Lenyaplah peti juga dua orang isinya
Bingunglah aku tak mampu tuk berkata-kata
Dalam tontonan puluhan mata …

(Tuk tak tuk tak tuk tak …. syugasagusu gasa gusu … tida tida ta … wuuuw ….)

(Tatata tatatata wuuu…. waaaaw …. Tak titi tapipi)

Kekasihku maju dan tiada ragu-ragu
Dimasukkan dalam petinya
Sang penyulappun masuklah juga ke dalamnya
Dan terjadilah suatu bencana

Tahukah kawan apa yang telah terjadi
Lenyaplah peti juga dua orang isinya
Bingunglah aku tak mampu tuk berkata-kata
Dalam tontonan puluhan mata … haaaa ….
Dalam tontonan puluhan mata …. haaaa ….
Pulanglah aku dengan gontainyaaaaaa …. haaa … ha haaaa … ha haaa …. ha haaa … ha haaa. [Eki]

 

Leave a comment »

Pencurian Wi-Fi

Waktu itu malam hari, kira-kira jam 10. Saya mengintip dari balik jendela kamar Saya yang berada di lantai atas. Di luar pagar ada sebuah mobil sejenis Kijang, parkir tepat diseberang rumah Saya.

 

 

Awalnya Saya tidak curiga dengan keberadaan mobil itu. Tapi….lama -kelamaan muncul hal-hal yang cukup mencurigakan dari mobil tersebut. Pertama, mobil tersebut parkir dalam posisi mesin yang masih menyala. Kedua, didalam mobil tersebut kelihatan ada tiga (3) orang yang salah seorangnya menyalakan laptop dan satu orangnya lagi seperti memegang sejenis PDA atau communicator Nokia. Saya lihat-lihat lagi tampaknya mereka berusia masih muda-muda alias ABeGe (Anak Baru Gede).

 

 

Pembicaran mereka sepertinya seru, kedengaran dari intonasi suara mereka bertiga, ditambah lagi beberapa kali diantara mereka tertawa cekikikan. Saya semakin curiga ketika melihat cahaya yang dipantulkan oleh laptop mereka. Wow…disitu jelas sekali terlihat mereka membuka situs Yahoo.

 

 

Saya berpikir… “Hmmm…apa mungkin Wi-Fi di rumah Saya sampai keluar pagar?”. Saya tak mau berburuk sangka. “Tapi……coba Saya matikan dulu Wi-Fi yang ada dirumah Saya”, begitulah selanjutnya yang Saya lakukan.

 

 

Dua menit setelah Wi-Fi Saya matikan, spontan salah seorang dari mereka berteriak “yah…mati!!!”. Hehe….ternyata dugaan Saya benar, mereka mencuri Wi-Fi dari rumah Saya.

 

 

Lock it!!!, hehe…dan sekarang Wi-Fi Saya pun pake password. [Eki]

 

 

 

 

Comments (1) »